Sistem Informasi Desa Melung

Gambar Artikel

Persiapan Ruwat Bumi Desa Melung 2026: Panitia Gelar Rapat Evaluasi dan Matangkan Anggaran

MELUNG – Panitia Ruwat Bumi Desa Melung menggelar rapat evaluasi guna mematangkan persiapan tradisi tahunan yang dijadwalkan berlangsung pada 20-21 Juni 2026 mendatang. Bertempat di Lapangan Desa Melung, pertemuan krusial ini dihadiri langsung oleh Kepala Desa serta seluruh jajaran panitia. Rapat ini memfokuskan pembahasan pada kesiapan anggaran dan pemantapan rundown acara demi memastikan seluruh rangkaian ritual adat berjalan dengan khidmat dan lancar.

Dalam pemaparan progres keuangan, bendahara panitia melaporkan bahwa dana swadaya masyarakat yang telah terkumpul hingga saat ini mencapai Rp37.000.000 dari target perencanaan sebesar Rp45.000.000. Menanggapi adanya kekurangan sekitar Rp8.000.000, Ketua Panitia, Sudarso, mengimbau seksi usaha khususnya para ketua RT untuk tetap semangat dan aktif bergerak menggali iuran dari warga yang belum berpartisipasi. Kegiatan akbar ini sendiri diperkirakan menelan total anggaran sebesar Rp85.000.000, yang bersumber dari kolaborasi dana swadaya masyarakat dan alokasi APBDes Tahun Anggaran 2026.

Kepala Desa Melung, Khoerudin, menegaskan bahwa Ruwat Bumi ini pada hakikatnya merupakan hajat besar milik seluruh warga. Pemerintah Desa memosisikan diri sebagai fasilitator melalui pembentukan panitia, sehingga dukungan penuh dari segenap lapisan masyarakat menjadi kunci utama keberhasilan acara. Beliau berharap gotong royong yang menjadi ruh dari Desa Melung dapat terus terjaga agar pelaksanaan kegiatan ini bisa terealisasi sesuai dengan rencana yang telah disusun bersama.

Terkait teknis pelaksanaan, Seksi Acara, Adi Nurcahyo, memaparkan rangkaian agenda secara mendetail. Hari pertama akan diisi dengan ritual pengambilan air suci, pemasangan sesaji di setiap pintu masuk atau batas desa, serta ziarah kubur. Memasuki hari kedua, masyarakat akan berkumpul di area parkir Wisata Pagubugan untuk mengarak Gunungan hasil bumi menuju Lapangan Desa Melung, dilanjutkan dengan doa bersama yang dipimpin oleh tokoh agama setempat. Setelah prosesi Ruwat Bumi selesai pada pukul 17.00 WIB dan ditutup dengan rebutan Gunungan, acara malam puncak pada pukul 20.00 WIB akan diisi dengan laporan panitia, sambutan Kepala Desa, penyerahan tokoh wayang secara simbolis kepada Dalang Ki Guntur Riyanto, serta pementasan wayang kulit semalam suntuk.

Tulis Komentar