Sistem Informasi Desa Melung

Gambar Artikel

Desa Melung Miliki Peta Indikatif Tata Ruang Desa

Pemerintah Desa Melung Kecamatan Kedungbanteng Kabupaten Banyumas memiliki peta indikatif tata ruang desa hasil pemetaan partisipatif masyarakat desa yang dilaksanakan sejak Februari 2025 hingga saat ini. Peta indikatif tata ruang desa yang dimaksud  merupakan peta tematik berupa Peta Indikatif Pemanfaatan Ruang dan Lahan yang menggambarkan kondisi ruang eksisting terdiri dari fungsi ruang, pemanfaatan lahan, potensi komoditas, pemukiman, keanekaragaman  hayati, dan kawasan rawan bencana di Desa Melung.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Desa Melung, Khoerudin, S.Sos mengapresiasi Peta Indikatif Pemanfaatan Ruang dan Lahan Desa Melung hasil pemetaan partisipatif Rencana Tata Guna Lahan (RTGL) pada Senin (2/2/2026) di Kantor Desa Melung, Kecamatan Kedungbanteng, Kabupaten Banyumas. Dalam kesempatan yang sama, Pemerintah Desa Melung bersama para pihak juga menandatangani Kesepakatan Pelestarian Alam Desa (KPAD) sebagai bentuk komitmen bersama untuk menjaga, melindungi, dan mengelola keanekaragaman hayati serta sumber daya alam desa secara lestari.

 Hadir dalam kesempatan tersebut, BPD Desa Melung, Perangkat Desa, Karang taruna, tokoh masyarakat, Burung Indonesia, LPHD Mugi Lestari, Mahasiswa KKN Unsoed, Tim pemetaan tata ruang desa, Tim Pemantauan Layanan Alam (PLA), kelompok perempuan, dan warga desa lainnya.

 Kepala Desa Melung, Khoerudin, S.Sos dalam sambutannya menyampaikan ucapan terimakasih kepada tim pemetaan desa dan Burung Indonesia yang telah membantu memfasilitasi proses pemetaan ini dari awal hingga akhir. Penandatanganan peta pemanfaatan ruang dan lahan tersebut menjadi tonggak sejarah dalam pengelolaan ruang yang ada di desa Melung yang berbasis data, partisipatif, serta mempertimbangkan aspek ekologis dan sosial masyarakat.

 “Peta Pemanfaatan Ruang dan Lahan ini menjadi dasar bagi kami dalam merencanakan pembangunan desa yang tidak hanya membangun secara fisik, tetapi juga memperbaiki lingkungan dan melindungi keanekaragaman hayati. Ini adalah ikhtiar Desa Melung untuk memastikan alam tetap lestari bagi generasi sekarang dan yang akan datang,” ujar Khoerudin.

Peta Pemanfaatan Ruang dan Lahan Desa Melung memuat pembagian ruang desa ke dalam berbagai fungsi, antara lain kawasan lindung, kawasan budidaya, kawasan permukiman, serta area penting penyangga ekosistem. Peta ini disusun melalui proses pemetaan partisipatif yang melibatkan pemerintah desa, masyarakat, serta pendamping teknis, termasuk dukungan dari Burung Indonesia. Peta pemanfaatan ruang dan lahan desa tidak berdiri sendiri, melainkan disusun selaras dengan peta tata ruang daerah agar pembangunan berjalan tertib, adil, dan tetap menjaga kelestarian lingkungan.

“Pengesahan peta ini bukan sekadar dokumen administratif, melainkan arah masa depan desa,” ujar Khoerudin dengan bangga.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa penandatangan Kesepakatan Pelestarian Alam Desa atau KPAD menjadi instrumen moral dan sosial yang memperkuat peran masyarakat desa sebagai penjaga ruang hidupnya sendiri. Pengesahan peta dan penandatanganan KPAD ini diharapkan menjadi dasar integrasi kebijakan desa, mulai dari penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMDes), Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes), hingga peraturan desa terkait tata ruang dan pemanfaatan lahan.

 “Melalui Kesepakatan Pelestarian Alam Desa, kami ingin memastikan bahwa seluruh warga memiliki tanggung jawab bersama dalam menjaga hutan, sumber air, dan ruang hidup desa. Pelestarian alam bukan hambatan pembangunan, justru menjadi fondasi pembangunan desa yang berkelanjutan,” tambahnya.


Fendi, anak muda anggota tim survey kehati Desa Melung menyatakan kebanggaannya menjadi bagian dari Tim Pemetaan Desa.. Menurutnya, dengan terlibat menjadi tim pemetaan ia dan rekan-rekan lainnya bisa lebih mengenal dan mengetahui potensi keanekaragaman hayati yang ada di Desa Melung.

"Awalnya saya tidak terlalu paham, namun setelah ikut menjadi bagian tim survey kehati didampingi Burung Indonesia saya banyak mendapatkan informasi dan pengetahuan baru yang mendorong saya untuk yakin melakukan survey ke hutan Melung., dari sanalah saya merasa takjub dan bangga. Saya menyaksikan sendiri bahwa Desa Melung memiliki kekayaam alam yang luar biasa  seperti potensi alam, satwa seperti kijang muncak, burung poksai kuda, serta jenis lainnya yang sudah semakin langka di alam dan harus dijaga dan dilestarikan" Ujar Fendi.

"Kedepannya, saya bersedia untuk menjadi bagian dari tim Patroli Kehati Desa Melung" pungkas Fendi dengan bangga.

Tulis Komentar