DESA MELUNG

Kecamatan Kedungbanteng, Kabupaten Banyumas

Dibalik Gemerlap Dolar Luar Negeri

Seiring dengan laju pertambahan jumlah penduduk yang ternyata tidak diimbangi dengan adanya lapangan kerja yang memadai. Mengakibatkan jumlah peningkatan angka pengangguran dan juga menambah tingkat kemiskinan dimasyarakat. Minimnya ketrampilan dan pengetahuan yang dimiliki membuat beban kehidupan yang semakin terasa sulit. Untuk dapat menutupi kebutuhan dan hanya sekedar bertahan hidup membuat kebanyakan orang berpikir dan bekerja keras bagaimana cara mendapatkan pekerjaaan yang bisa menghasilkan uang serta bagaimana keberlangsungan hidup bisa berjalan dan teratasi. Salah satu pilihan yang dianggap paling pas dan tepat adalah dengan menjadi TKI (Tenaga Kerja Indonesia) apalagi dengan bayaran yang sangat menjanjikan untuk bisa merubah kehidupan. Walaupun untuk meraih mimpi tersebut dibutuhkan pengorbanan yang jika diukur dengan apa yang didapat akan tidak sebanding. Setidaknya hal ini terjadi pada desa-desa dengan minim lapangan pekerjaaan seperti Desa Melung Kecamatan Kedungbanteng Kabupaten Banyumas.

Adalah Suminah (38) warga masyarakat Desa Melung Kecamatan Kedungbanteng, dengan modal nekad memberanikan diri untuk menjadi  Tenaga Kerja Wanita (TKW) di Singapura. Wanita yang hanya lulusan SD ini berangakat menjadi TKW melalui sponsor ( penyalur tanaga kerja). Setalah dua tahun sesuai dengan kesepakatan kontrak kerja Suminah pulang ke desa dengan hasil yang sangat menggiurkan. Sehingga kemudian cerita sukses Suminah yang dapat membeli beberapa bidang tanah, merenovasi rumah dan membeli barang-barang mewah lainnya, membuat banyak orang yang kemudian mengikuti jejak langkah Suminah. Apalagi Suminah yang hanyalah seorang wanita biasa, dan hal ini membantu sekali bagi para sponsor untuk mencari TKI melalui masing-masing PT-nya untuk bisa direkrut sehingga keuntungan dari mencari calon tenaga kerja diluar negeri akan semakin besar. Mengingat proses pemberangkatan dan segala administrasi ditanggung oleh PT tersebut dengan perhitungan nantinya akan diambilkan dari gaji atau upah setiap TKI selama 6 (enam) bulan tergantung dengan perjanjian kontrak kerjasama. Perubahan status kehidupan Suminah inilah yang kemudian menginspirasi sebagian tetangga Suminah untuk mengikuti jejak langkahnya.

Ada bagian cerita sukses Suminah yang tidak semua orang dapat memahaminya dan mau mengerti, karena mereka beranggapan sudah merasa cukup untuk meyakinkan diri sendiri meniru dengan mengambil keputusan menjadi TKI seperti yang dilakukan Suminah tanpa melihat kenyataan pahit yang dialaminya. Suminah adalah seorang istri yang hanya mempunyai kesibukan mengurus rumah tangga disamping membantu pekerjaan suaminya mengurus sepetak sawah pemberian orangtuanya. Kehidupan rumah tangganya yang telah dibinanya cukup harmonis apalagi setelah kelahiran putra pertamanya, yang semakin menambah kebahagian hidup berrumah tangga. Setidaknya hal ini terlihat dengan tidak pernah ribut atau cekcok dalam hidup berrumah tangga walaupun kesulitan hidup senantiasa menghadang didepan mata. Cerita keharmonisan hubungan dalam membina rumah tangga Suminah pupus justru setelah Suminah sukses dengan menjadi TKI. Terpisah selama bertahun-tahun tidak ada kominikasi dan tidak adanya rasa percaya pada kedua pasangan muda ini membuat keduanya gampang sekali terbakar oleh isue yang celakanya membuat keduanya sama-sama tidak percaya satu dengan yang lainnya sehingga menghantar kehidupan rumah tangga mereka dimuka pengadilan agama.

Terkadang apa yang nampak bagus dan bisa dianggap berhasil gampang ditiru orang lain tanpa melihat segala macam resiko yang akan timbul. Berangkat dari cerita sukses Suminah yang kemudian menimbulkan beberapa orang kemudian berramai-ramai dengan sukarela mendaftarkan diri untuk menjadi TKI. Namun tidak semuanya dapat menunjukan atau membuktikan apa yang diharapkan dengan menjadi TKI. Cerita menyedihkan kemudian menjadi bagian kisah yang tidak semua mantan TKI berani untuk mengungkapkan kepada sanak saudara. Kepulangan dengan tidak bisa membawa uang hasil kerja di negeri orang mendominasi bagian cerita yang menyedihkan. Dan karena hal itu dianggap bagian dari nasib sehingga tidak lantas kemudian menyurutkan niat untuk dapat menjadi bagian cerita sukses dengan menjadi TKI.

Dan terkadang ketika dalam satu proses untuk bisa lolos menjadi TKI banyak hal yang dilakukan seperti : memalsukan usia, tempat tinggal dan juga hal-hal yang berhubungan dengan perijinan. Intinya apapun akan dilakukan asal bisa berangkat menjadi TKI dan biasanya yang melakukan urusan tersebut adalah sang calo tenaga kerja. Seringnya hal yang terjadi adalah ketika calon TKI yang akan diberangkatkan melalui cabang dari PT yang sering mengabaikan surat pemberitahuan dari Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi untuk disetujui oleh desa. Yang mana ketika desa tidak memberikan rekomendasi, mereka (calo) entah dengan cara bagaimana mengupayakan dapat surat rekomdasi dari desa. Walaupun kemudian surat rekomendasi tersebut juga bukan merupakan rekomendasi dari desa dimana calon TKI berasal. Seperti contoh kasus yang terjadi di Desa Melung pada tahun2007, yang ketika itu mendapatkan kabar bahwa salah satu warga masyarakat Desa Melung ada yang meninggal dunia di Luar Negeri. Tak urung adanya berita tersebut membuat seluruh warga masyarakat gempar, apalagi bagi yang mempunyai sanak saudara yang menjadi TKI. Pihak Pemerintah Desapun dibuat kalang kabut dengan adanya kabar tersebut sehingga setelah mendapat surat dari Polsek setempat langsung mengkrocek kebenaran dari berita tersebut. Setelah ditelusuri ternyata tidak ada nama dalam wilayah RT 03 RW 04 yang sesuai dengan nama korban yang meninggal di Luar Negeri. Korban yang meninggal diluar negeri tercatat dalam surat pemberitahuan adalah beralamatkan Desa Melung RT 03 RW 04 yang ternyata di kemudian hari berasal dari daerah lain.

Hal inilah yang kemudian menjadi tingkat kesulitan Pemerintah Desa dalam upaya untuk melindungi warga masyarakatnya dari hal-hal yang tidak diinginkan khususnya dalam proses pemberangkatan keluar negeri. Ketika desa tidak mau mengeluarkan surat rekomendasi dianggapnya mempersulit proses perijinan, hal ini dilakukan semata-mata untuk melindungi calon TKI dari proses yang tidak dibenarkan oleh hukm ( Ilegal ). Namun nampaknya karena tekad yang sudah bulat dan tergambar kesuksesan dengan bekerja di luar negeri membuat mereka menurut terhadap proses yang dilakukan oleh sang calo. Walaupun proses tersebut tidak benar mereka (calon TKI) tidak peduli dengan semua itu, yang penting bisa berangkat menjadi TKI di luar negeri dan meraih mimpi seperti Suminah. Yang sayangnya juga tidak semua mengalami nasib sukses seperti Suminah. Ada yang justru malah se-pulangnya dari negeri peruntungan pulang dengan membawa bukti betapa di negeri orang apapun bisa terjadi. Walaupun sudah mempunyai suami namun masih bisa juga hamil di negeri orang, tanpa campur tangan suami. Yang kemudian pada saat kepulangannya sudah tidak sendiri lagi dan terpaksa mengarang cerita untuk menutupi aib yang dialaminya. Yang pada akhirnya setelah semua orang siap untuk bisa mendengar dan menerima cerita sesungguhnya barulah ia menceritakan hal yang sesungguhnya. Dan hal inipun kemudian menimbulkan masalah baru lagi ketika kemudian anak tersebut harus masuk dalam daftar anggota keluarga, kejadian yang langka ini tak urung membuat Pemerintah Desa kalang kabut dalam proses pembuatan KK (Kartu Keluarga). Namun sayangnya adanya cerita duka-lara nestapa dengan menjadi TKI tidak juga menyurutkan niat untuk berangkat menjadi TKI, dan gambaran sukses yang justru menjadi motivasi serta dorongan yang sangatlah kuat. Ibarat pepatah mengatakan Semut Diseberang Laut Kelihatan, Gajah Didepan Mata Tidak Kelihatan, bagitulah yang terjadi pada warga masyarakat yang hanya cukup untuk melihat cerita sukses dengan menjadi TKW diluar negeri. Apalagi gelar yang diberikan oleh Pemerintah “Pahlawan Devisa” yang terkadang justru nasib dan keberadaanya sering dilupakan dan diabaikan.

Did you like this? Share it:

Tulisan terkait:

  • Tidak ada tulisan terkait

About Margino

Pribadi yang senang berbagi
This entry was posted in Berita Desa and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

3 Responses to Dibalik Gemerlap Dolar Luar Negeri

  1. Pingback: Tokoh Muda | DESA MELUNG

  2. Pingback: TKW Pulang Dengan Kebiasaan Buruk | DESA MELUNG

  3. Pingback: TKW Pulang Dengan Kebiasaan Buruk | Informasi Desa Banyumas

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Isian wajib ditandai *

*

Anda dapat memakai tag dan atribut HTML ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

  • Produk Unggulan

  • Terjemahan

  • Unduh Aplikasi Android Melung

  • Twitter kami

  • HALAMAN FACEBOOK KAMI

  • Tulisan Menarik Lainnya :

  • Kategori

  • Tulisan Terakhir

  • Spam Diblokir

  • Diskusi


    Try Relay: the free SMS and picture text app for iPhone.


  • Desa ini merupakan anggota jaringan :