DESA MELUNG

Kecamatan Kedungbanteng, Kabupaten Banyumas

Kajian Usaha Caisim (Brassica Juncea) Organik di Desa Melung

Desa Melung sering menjadi tempat penelitian bagi para peneliti baik tentang lingkungan dan pertanian maupun tempat pengamatan satwa hewan kondisi menjadi loboratorium alam yang menarik untuk diteliti.  Ini adalah ringkasan hasil penelitan mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto yang dilaksanakan di Desa Melung beberapa waktu yang lalu.

Pertanian organik merupakan salah satu lengkah untuk pertanian berkelanjutan, menghindari kerusakan ekosistem dan perbaikan lingkungan. salah satu produk pertanian organik adalah sayur organik. Caisim (Brassica juncea) merupakan salah satu produk sayur organik yang sedang berkembang dan bayak diminati.  

Paguyuban Gerakan Rakyat Gunung (Pager Gunung) di Desa Melung merupakan salahsatu yang memproduksi caisim organik di Kabuapten Banyumas.  Berdasarkan hal tersebut maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pendapatan minimal dari usahatani caisim organik dan mengetahui faktr produksi yang mempengaruhi usahatani caisim organik.

Penelitian dilakukan dengan metode studi kasus di Pager Gunung dan dilaksanakan dari bulan Desember 2010 sampai dengan bulan Mei 2011.  Penentuan responden dilakukan secara sensus denganjumlah petani sebanyak 23 orang.  Metode analisis yang digunakan adalah metode analisis biaya dan pendapatan, analisis R/C, analisis titik impas ratio dan analisis fungsi produksi.

Hasil penelitian menunjukan bahwa kisaran usia petani 29 – 71 tahun, pendidikan tidak tamat SD sampai dengan SMA, pengalaman berusaha tani organik 1,5 tahun, lahan yang digunakan merupakan lahan milik desa yang di sewa Pager Gunung, luas yang digunakan 12.046 m2.  

Pelaksanaan budidaya caisim menggunakan sistem full organik. tahapan budidaya meliputi : persiapan lahan, persemaian, penanaman dan pemeliharaan, proses panen dan pasca panen dilakukan oleh pihak Pager Gunung.  Besarnya biaya dan pendapatan usaha tani caisim organik dengan luas lahan 1.000 m2 yaitu rata-rata biaya total petani caisim organik adalah Rp 2.756.923,86 dan penerimaan sebesar Rp 3.748.434,86 sehingga diperoleh pendapatan rata-rata petani adalah Rp 991.510,92.

Kelayakan usahatani caisim organik Pager Gunung dengan luas  1.000 m2 sudah layak karena nilai Revebue Cost Ratio (R/C ratio) lebih dari1 dengan rata-rata Revebue Cost Ratio (R/C ratio) sebesar 1.23.  Penerimaan minimal usahatani caisim organik di Pager Gunung dengan luas 1.000 madalah Rp 171.187,78.  Faktor produksi yang mempengaruhi usahatani caisim organik adalah pupuk kandang, kaena pupuk kandang merupakan faktor yang sangat penting dalam produksi organik.

(Peneliti : Hasan Habibi ” Kajian Usahatani Caisim (Brassica juncea) Organik (Kasus di Paguyuban Gerakan Rakyat Gunung Desa Melung Kecamatan Kedungbanteng) dari Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto).

Did you like this? Share it:

Tulisan terkait:

  • Tidak ada tulisan terkait

About A Budi Satrio

Menjadikan orang desa yang cerdas
This entry was posted in Kliping Desa and tagged , . Bookmark the permalink.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Isian wajib ditandai *

*

Anda dapat memakai tag dan atribut HTML ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

  • Produk Unggulan

  • Terjemahan

  • Unduh Aplikasi Android Melung

  • Twitter kami

  • HALAMAN FACEBOOK KAMI

  • Tulisan Menarik Lainnya :

  • Kategori

  • Tulisan Terakhir

  • Diskusi


    Try Relay: the free SMS and picture text app for iPhone.


  • Desa ini merupakan anggota jaringan :